Seluruh Pimpinan DPRD se- Tana Luwu Dijadwalkan Bertemu KEMENDAGRI Bahas Provinsi Luwu Raya

20231208-screen-shot-2023-12-08-at-12-04-39

LUWURAYA.ESPOSMEDIA.COM — Perjuangan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya kini makin menguat.

Seluruh pimpinan DPRD se- Tana Luwu dikabarkan bakal bertemu kementrian Dalam Negeri untuk membahas hal tersebut. Hal tersebut di konfirmasi ketua DPRD Luwu Utara.

“rencana begitu,”ujar Husain, SE, kepada esposmedia.com melalui pesan Whatsaap.

Sementara itu dilansir dari seruya.id, Pemerintah Kabupaten Luwu memastikan usulan tersebut sudah tercatat secara resmi dan masuk ke proses administrasi pemerintah pusat.

Audiensi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dijadwalkan, menandai langkah konkret pemekaran yang kini memasuki tahap kajian administratif. Kajian untuk Provinsi Luwu Raya sendiri dijadwalkan dimulai pada 9 Februari, setelah sebelumnya ditunda

Bupati Luwu Patahudding menegaskan bahwa perjuangan pemekaran kini telah masuk jalur birokrasi, bukan sekadar isu politik.

Pernyataan itu disampaikannya saat berdialog dengan massa aksi Presidium Rakyat Tana Luwu di Bukit Sampoddo, Kota Palopo, Minggu (25/1/2026) dini hari, usai mengunjungi pendemo di Walenrang Utara (CDOB Luwu Tengah).

Menurut Patahudding, usulan Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) kini sudah masuk dalam daftar resmi pengusul dan seluruh kelengkapan administrasi tengah disiapkan untuk diproses lebih lanjut di pusat.

Menjawab keraguan soal kesiapan daerah, Patahudding menyebut lahan calon ibu kota Kabupaten Luwu Tengah telah tersedia dan bersertifikat. Lokasinya berada di Bolong, eks kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), dengan luas sekitar lima hektare.

Dalam dialog, massa aksi mempertanyakan penempatan Rumah Sakit Regional di Kecamatan Bua, bukan di wilayah Walenrang–Lamasi (Walmas).

Bupati Patahudding menjelaskan bahwa penentuan lokasi tersebut merupakan kebijakan provinsi dengan pertimbangan aksesibilitas regional, termasuk kedekatan dengan bandara dan daerah penyangga seperti Toraja dan Wajo.

Ketua DPRD Luwu Ahmad Gazali menyatakan bahwa perjuangan pemekaran kini memasuki tahap diplomasi pusat. Pimpinan DPRD se-Luwu Raya dijadwalkan mengikuti audiensi di Kemendagri pada 26–27 Januari.

Sementara itu, pemaparan kajian administratif CDOB Provinsi Luwu Raya yang semula dijadwalkan 5 Februari, diundur menjadi 9 Februari, menyesuaikan agenda di pusat.

“Hanya orang yang punya keberanian yang mau menyampaikan ini di forum resmi. Kami siap, meski tersandera, demi rakyat,”ujar politisi Nasdem ini dan menjauhkan mik pengeras suaranya

Baik Bupati maupun DPRD menilai dukungan Gubernur Sulawesi Selatan menjadi faktor penting, namun menekankan perlunya komitmen tersebut diwujudkan dalam rekomendasi resmi. Forum Koordinasi Pembentukan Daerah (FORKOT) Luwu Tengah Walmas juga terus melakukan konsolidasi untuk melengkapi administrasi.(*****)

 

You cannot copy content of this page