Dibawah Komando Andi Abdulla Rahim dan Jumail Mappile, Kabupaten Luwu Utara Keluar dari Peringkat 3 Besar Angka Kemiskinan
LUWU UTARA- Pemerintah Kabupaten Luwu Utara di bawah komando Andi Abdullah Rahim (Bupati Lutra) dan Jumail Mappile (Wakil Bupati) berhasil membawa daerahnya keluar dari zona merah angka kemiskinan di Provinsi Sulawesi Selatan, Kamis (15/01/2026).
Berdasarkan Laporan Evaluasi kinerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Luwu Utara tahun 2025, daerag tersebut kini mencatatakan rekor. Sebelumnya Kabupaten Luwu Utara menyentuk titik 13,22 persen, dan kali ini tersisa 10,74 persen angka kemiskinan.
Hasil ini menunjukkan tren positif yang membanggakan. Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Bapperida, Luwu Utara kini mencatat kenaikan yang signifikan diberbagai sektor dan indikator kinerja makro.
Kepala Bapperida, Aspar mengatakan bahwa, segala capaian indikator kinerja Pemda Luwu Utara selayaknya disampaikan, agar publik tahu apa yang dikerjakan oleh Pemda selama satu tahun.
“Untuk mengetahui apakah program kerja/kegiatan yang diberikan oleh Bapperida kepada perangkat daerah berhasil dilaksanakan atau tidak seharusnya disampaikan, baik itu apakah berfungsi baik atau sudah memiliki impact dan benefit yag diukur dari indikator kinerja,” katanya.
Aspar juga mengatakan bahwa, capaian indikator-indikator tersebut sebenarnya merupakan hasil akhir dari semua proses kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah selama satu tahun terakhir.
“Jadi, jika kita baru melihat pembangunan jalan, jembatan, dan gedung, itu masih dalam proses. Hasil akhirnya nanti, apakah berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, penurunan angka pengangguran, penurunan stunting, penanganan bencana, penurunan indeks bencana, dan indikator kinerja lainnya, dapat diukur melalui capaian indikator kinerja,” terangnya.
Untuk itu, lanjut Aspar, mengukur dan mengetahui capaian indikator kinerja pemerintah daerah sebagai wujud akuntabilitas pemda terhadap publik sangat penting dilakukan.
“Tanpa hasil capaian indikator kinerja, penilaian kinerja pemda itu cenderung subjektif dan bersifat politis, dengan adanya penilaian indikator kinerja, pemda akan memiliki standar yang terukur dan mudah membandingkan kinerja antarperiode,” katanya.
“Untuk itu, mari kita mempelajari dan mengetahui indikator kinerja ini, agar semuanya dapat mengukur sejauh mana capaian kinerja yang dilakukan pemda dalam satu tahun,” tandasnya.
Adapun capaian kinerja Pemda Luwu Utara yaitu, sektor pertumbuhan ekonomi, tercatat adanya penurunan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran hingga pada angka gini ratui yang terendah di Sulawesi Selatan.
Penurunan signifikan ini dinilai sebagai buah dari konsistensi transformasi kebijakan yang ditekankan oleh Andi Abdullah Rahin selaku Bupati Kabupaten Luwu Utara.
Penurunan signifikan capaian indikator kinerja makro tersebut sudah termasuk pada optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam pelayanan publik nyang dibenahi ditekankan oleh Andi Rahim.
Di tahun 2025, capaian indikator kinerja Kabupaten Luwu Utara mencakup penurunan angka kemiskinan yang terus menunjukkan performa positif. Angka kemiskinan Luwu Utara yang terus bertahan di 13,22 persen selama beberapa tahun kebelakang, kini bergerak turun menjadi 12,66 persen sampai 11,24 persen.
Puncak penurunan angka kemiskinan di Luwu Utara terjadi di tahun 2025, dimana angka kemiskinan saat berada diangka 10,74 persen dan mengantarkan Kabupaten Luwu Utara keluar dari zona 3 besar daerah termiskin di Sulsel.
Turunya angka kemiskinan yang signifikan di Kabupaten Luwu Utara ini, tidak terlepas daru upaya pemerintah daerah dalam menggenjot infrastruktur yang berkelanjutan, khususnya bidang jalan dan jembatan.
Hal ini juga sejalan dengan upaya Pemda Luwu Utara dalam mengakselerasi penguatan sektor UMKM melalui ekosistem digital, sehingga sektor kreatif lainnya juga bergerak secara linier.
Pada indeks pembangunan manusia (IPM) capaian indikator Luwu Utara masuk dalam kategori tinggi yaitu berada diangka 74,81 point. Peningkatan ini didorong oleh akses kesehatan yang lebih merata, serta kualitas pendidikan yang terintegrasi dengan kebutuhan industri masa kini.
Berdasarkan catatan Bapperida, capaian IPM Luwu Utara disektor kesehatan kini berada di angka 87,35 persen. Di sektor pendidikan IPM Luwu Utara berada diangka 63,45 persen.
Sektor pertumbuhan ekonomi, Kabupaten Luwu Utara pada triwulan III berada diangka 5,41 persen. Angka ini diyakini berpotensi bergerak naik jadi 6 persen. Sementara data triwulan IV masih dalam proses pengolahan data.
Saat ini, capaian-capaian indikator kinerja Pemda Luwu Utara terus bergerak signifikan. Hal ini tak terlepas dari komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan mesin penggerak kesejahteraan masyarakatnya. (






