Wakil Bupati Luwu Utara Hadiri Tudang Ade, Teguhkan Komitmen Jaga Budaya dan Persatuan Tana Luwu

6e6cbd1fccdd8898dd8c49dcb5fc7443

Esposmedia.com – Wakil Bupati Luwu Utara, Jumail Mappile, menghadiri Tudang Ade (Sidang Adat) Kedatuan Luwu yang digelar di Istana Salassae, Rabu (21/01/2026). Sidang adat tertinggi masyarakat Tana Luwu ini berlangsung khidmat dan sarat makna, menjadi ruang musyawarah bersama para pemangku adat, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintahan se-Tana Luwu.

Tudang Ade merupakan tradisi adat yang telah berlangsung sejak ratusan tahun silam, berfungsi sebagai forum strategis membahas persoalan dan arah masa depan Tana Luwu. Nilai-nilai luhur seperti gotong royong, keadilan, persatuan, dan kebersamaan menjadi ruh utama dalam setiap prosesi adat yang dilaksanakan.

Kegiatan ini dihadiri oleh para kepala daerah se-Tana Luwu, Forkopimda, Forum Silaturahmi Kerukunan Keluarga Luwu Raya (FSKN), Kerukunan Keluarga Luwu Raya (KKLR) se-Indonesia, serta berbagai elemen masyarakat.

Salah satu prosesi penting adalah ritual Ri Pallebbangeng (Patuppu Batu) bagi para kepala dan wakil kepala daerah. Ritual ini melambangkan penyatuan tekad dan komitmen para pemimpin untuk membangun Tana Luwu yang harmonis, kokoh, dan berkelanjutan.

Melalui sesi maddadaria (curah pendapat), aspirasi masyarakat dari berbagai unsur—tokoh adat, pemuda, perempuan, petani, nelayan, hingga pelaku usaha—disampaikan, mencakup isu pengembangan ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat.

Wakil Bupati Luwu Utara menegaskan bahwa Tudang Ade bukan sekadar ritual adat, tetapi panggilan untuk kembali pada jati diri dan sejarah Luwu.

“Tudang Ade adalah benteng budaya kita di tengah arus globalisasi. Mari kita jadikan hasil musyawarah ini sebagai aksi nyata demi kesejahteraan masyarakat Tana Luwu,” ungkapnya.

Pemkab Luwu Utara berkomitmen terus menjaga harmoni antara adat, budaya, dan pembangunan, demi mewujudkan Tana Luwu yang maju tanpa kehilangan jati diri.

You cannot copy content of this page