HOAKS ! Informasi Pasien Meninggal Dunia Gegara Terhalang Demo

Screenshot_20260125_134802_Gallery

LUWUUTARA.ESPOSMEDIA.COM Aksi demonstrasi mendesak pemekaran Provinsi Luwu raya kian massif disebarkan di media sosial.

Diketahui aksi demonstrasi perjuangan pemekaran Provinsi Luwu Raya telah berlangsung selama 3 hari, yang dimulai pada hari jum’at 23 Januari 2026 di 4 wilayah Luwu Raya.

Namun aksi yang disertai lockdown menutup jalan tersebut diterpa banyak isu isu miring.

Misalnya, isu mobil ambulance asal morowali Utara yang hendak melintas ke makassar yang dikabarkan dilarang melintas dan disuruh memutar balik di jembatan baliase, oleh massa aksi.

Lalu postingan dengan narasi yang mengatakan, akibat aksi Demonstrasi seorang pasien meninggal dunia lantaran ambulance yang membawa pasien terhalang massa aksi, saat sholat jum’at. : Meninggalmi itu orang mutaro gara gara mobil tidak bisa tembus untuk dirujuk ke makassar.

FAKTANYA :

Berdasarkan penelusuran esposmedia.com menemukan sejumlah fakta bahwa sejumlah isu tersebut tidak sesuai fakta yang terjadi dilapangan.

Isu soal mobila ambulance: Ambulance itu bukan disuruh putar balik oleh peserta aksi. Yang terjadi, ambulance hanya diarahkan oleh masyarakat setempat untuk melalui jalur alternatif yang telah disiapkan.

Sementara itu, postingan dengan narasi : Meninggalmi itu orang mutaro gara gara mobil tidak bisa tembus untuk dirujuk ke makassar. Diduga hoaks, sebab dari penelusuran esposmedia, berdasarkan konfirmasi di beberapa pihak pihak terkait menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada pasian meninggal dunia yang diantar oleh ambulance yang melintas di Luwu Raya ketika aksi demo berlangsung, maupun saat tiba di makassar.

Selain itu Penelusuran juga dilakukan terhadap akun media sosial pizza enaksiwa, selaku pihak yang membuat narasi. Fakta menunjukkan komentar tersebut ada pada hari jumat. Sementara penutupan akses diwilayah Luwu-wajo dimulai setelah sholat juma’t.

esposmedia juga melakukan wawancara via tertulis lewat mesenger dan via telefon dengan sejumlah orang yang terkait dengan akun facebook tersebut. Namun tak ada satupun yang mengetahui secara pasti.

Esposmedia juga melakukan konfirmasi langsung kepada pemilik akun facebook, namun tak mendapat respon.

“Saya takutkan ini akun di hack karena setauku disowa tdk ada. Mungkin hoaks itu”,kata salah satu narasumber yang di konfirmasi esposmedia. Minggu (25/1/2026).

“Tabe Akun palsu kayaknya ini TDK ada yg lain kecuali beberapa Poto pizza ajha,”sebut salah satu narasumber yang juga di konfirmasi.

Mobil Ambulance Diarahkan ke Jalur Alternatif yang Telah Disiapkan

Sementara itu terkait Mobil Ambulance, dilansir dari luwurayapos.com, M. Yusuf menegaskan bahwa tidak ada satu pun peserta aksi demonstrasi yang menyuruh ambulance untuk kembali atau melarang kendaraan darurat tersebut melintas. Ia menyebut narasi yang berkembang di media sosial telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Ambulance itu bukan disuruh putar balik oleh peserta aksi. Yang terjadi, ambulance hanya diarahkan oleh masyarakat setempat untuk melalui jalur alternatif yang telah disiapkan,” jelas M. Yusuf kepada Tim Luwurayapos 24/1/2026

Menurutnya, pengarahan tersebut dilakukan semata-mata demi kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan bersama, mengingat kondisi di sekitar jembatan saat aksi berlangsung cukup padat. Ia menegaskan bahwa pengarahan ke jalur alternatif bukan berarti ambulance dilarang melintas, melainkan diberikan opsi jalan yang lebih aman dan cepat.

M. Yusuf juga menegaskan komitmen peserta aksi sejak awal, yakni tetap memberikan akses prioritas bagi kendaraan darurat, termasuk ambulance dan kendaraan yang membawa orang sakit.

“Aksi ini murni penyampaian aspirasi. Kami tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dan tidak pernah menghalangi ambulance ataupun kendaraan darurat lainnya,” tegasnya.

Ia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar dan menghindari munculnya opini keliru yang dapat mencederai semangat perjuangan dan solidaritas masyarakat dalam menyampaikan aspirasi secara damai.

(**)

You cannot copy content of this page