Kasus Aktivitas Menangkap Ikan Menggunakan Bom di Perairan Laut Munte Terus Mengalami Penurunan
Perairan laut munte yang terletak di Desa Munte, Kecamatan Tanalili

LUWUUTARA,ESPOSMEDIA.COM | Aktivitas Penangkapan ikan dengan menggunakan peralatan terlarang (Bom) di perairan laut Munte, Kecamatan Tanalili, Kabupaten Luwu Utara saat ini dipastikan nihil.
Hal tersebut diungkapkan Sertu Marinir Bahri bakaruddin Pembina potensi maritim (Babinpotmar)
Pos TNI AL Munte, menanggapi isu adanya aktivitas penangkapan ikan menggunakan bom di perairan laut munte.

Pos TNI AL Munte, saat melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang
“Aktivitas penangkapan ikan menggunakan (bom ikan) di pelabuhan munte, berdasarkan pantauan kami sejauh ini sudah tidak ada lagi,”kata Bahri kepada esposmedia.com, baru baru ini.
Menurut Bahri aktivitas ilegal tersebut sudah jarang terjadi sejak beberapa tahun terakhir ini, Jika dibandingkan ditahun tahun sebelumnya yang sempat marak.
“dulu sempat memang ada kasus, tapi aktivitas seperti ini sudah tidak terjadi. Trennya terus menurun sepanjang tahun 2024 sampai saat ini,”ujar Bahri, seraya mengungkapkan menurunnya aktivitas penangkapan ikan dengan cara ilegal di laut munte tak lepas dari upaya pengawasan ketat yang terus dilakukan.
Ia mengatakan pihaknya intensif melakukan patroli di kawasan perairan laut munte, sehingga aktivitas ilegal tersebut dapat ditekan.
“Kami intensif melakukan patroli, memantau situasi diperairan, dari munte hingga sampai ke Luwu Timur sana,”ungkap Bahri.
Upaya Konservasi Terumbu Karang Dalam Menjaga Ekosistem Laut
Namun, tak hanya itu, selain patroli dan pengawasan, Bahri juga mengungkapkan langkah konservasi terumbu karang juga terus dilakukan guna menjaga ekosistem.
Ia mengatakan pihaknya terus bergerak melakukan konservasi dengan transplantasi terumbu karang disepanjang pesisir Laut Munte.
program konservasi ini mencakup pemantauan kesehatan terumbu karang secara berkala, dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem laut.
“Selain rutin patroli, kami juga melakukan konservasi terumbu karang. Saat ini Kurang lebih 300 meter persegi areal yang sudah di transplantasi terumbu karang”jelas Bahri, seraya berharap melalui pendekatan menyeluruh ini, diharapkan keberlanjutan terumbu karang dapat terjaga, serta memberikan manfaat ekologis dan ekonomi yang berkesinambungan bagi nelayan.

(*)






