Kegiatan BKSDA di Taman Nasional Gandang Dewata Tuai Penolakan, Boby Patalangi: Tapal Batas Kaji Ulang
MAMASA, Esposmedia_ Aliansi Pemerhati Taman Nasional Gandang Dewata, meminta kepada Pemerintah Daerah( Pemda) Mamasa dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) agar menghentikan kegiatan BKSDA di Kabupaten Mamasa.
Hal tersebut disampaikan Boby Patalangi, selaku Ketua Aliansi Pemerhati Taman Nasional Gandang Dewata, Kamis 06/08/26.
” Saya meminta kepada Pemda dan DPRD Mamasa untuk menghentikan kegiatan apapun yang akan dilaksanakan BKSDA, sebelum peninjauan ulang tapal batas,” Tegas Boby lewat keterangan tertulisnya.
Menurut Boby, alasannya mendesak kepada Pemda Mamasa, sebab pihaknya sudah membuat kesepakatan yang telah ditanda tangani beberapa waktu lalu saat melakukan audensi denga pihak Pemerintah.
” Kami sudah audensi beberapa waktu lalu. Didalamnya ada kesepakatan bahwa kegiatan BKSDA di Taman Nasional Gandang Dewata harus ditinjau ulang,” Katanya.
Pihaknya mengancam akan melakukan penutupan paksa segala bentuk kegiatan BKSDA di Taman Nasional Gandang Dewata.
” Tindakan BKSDA adalah menyerobot tanah warga. Kalau permintaan kami tidak di akomodir maka kami akan turunkan massa untuk menutup paksa kegiatan tersebut,” Pungkasnya.
Diketahu BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) mengelola kawasan konservasi lain seperti Cagar Alam, Suaka Margasatwa, dan Taman Wisata Alam yang ada di Kabupaten Mamasa.
Namun kegiatan tersebut membuat warga melakukan penolakan. Beberapa waktu lalu warga melakukan protes dengan mendatangi Pemda Mamasa.






